“Merawat yang Partikular, Menggugat yang Universal”.
Kami lahir begitu saja di tengah percakapan ngawur yang kepalang tanggung. Tahu-tahu saja, pada satu siang yang mendadak, muncullah apa yang sedang Anda pelototi ini: Kontradiksi Media.
Sekali lagi kami tegaskan, kami lahir dari keisengan yang parah. Saking iseng dan mendadaknya, sampai tulisan ini Anda baca, kami bahkan belum punya rumah sendiri. Lihat saja alamat situs ini, kami masih menjadi “parasit” yang nangkring dengan manis di domain gratisan dari WordPress. Jujur saja, kami ini miskin. Saking miskinnya, dompet kami gemetar bahkan saat melihat harga domain paling murah di pasaran. Tapi tenang, kemiskinan aset ini kami kompensasi dengan kenekatan.
Kami berniat mengamalkan laku Jurnalisme Gonzo; sebuah langgam jurnalistik urakan, di mana subjektivitas adalah raja, dan pengalaman personal adalah mahkotanya. Melalui lelaku Gonzo itu, reporter kami akan terjun bebas, ikut gila, dan melebur bersama subjek yang ditulisnya. Fakta bercampur baur dengan rasa, keringat, dan bias personal penulisnya.
Maka, jangan kaget jika nanti Anda membaca laporan reporter kami yang tidak mewawancarai pelaku, tapi justru ikut-ikutan jadi pelaku. Kami akan menggali sisi-sisi partikular dari kegilaan, atau hal-hal yang dianggap remeh oleh media arus utama. Misalnya, reporter kami mungkin akan ikut “mokel” di bulan puasa demi menuliskan bagaimana sensasi berbuka sebelum waktunya. Atau mungkin, kisah sehari menjadi tukang parkir untuk menyelami semesta macam apa yang sebenarnya terjadi di baliknya.
Itulah cara kami menerjemahkan tagline “Merawat yang Partikular, Menggugat yang Universal”. Kami peduli pada hal-hal kecil, spesifik, dan remeh yang sering luput karena orang-orang terlalu sibuk mengurus hal-hal besar nan seragam.
Namun, karena kami ini cuma manusia biasa yang gampang capek dan punya batas energi, kami juga menerima tulisan apapun dari Anda. Serius. Tolong kirimkan sesuatu. Kalau kami sendiri yang harus meliput dan mengisi website ini sendirian, capek juga rasanya, bisa-bisa kami mati muda sebelum terkenal. Tuliskan hal-hal partikular Anda, kegelisahan remeh Anda, lalu kirim ke kami.
Kontradiksi Media adalah sebuah paradoks. Kami ada, tapi entah mau ke mana. Kami menulis, tapi mungkin bukan untuk memberi tahu Anda apa-apa. Kami hadir untuk merayakan kebingungan, karena hanya orang bingung yang biasanya mau berpikir ulang. Sebab orang yang sudah yakin benar biasanya berhenti berpikir dan mulai menghakimi orang lain di sekitarnya.
Jadi, selamat datang. Kami tidak menjanjikan pencerahan, tapi setidaknya kami berjanji tidak akan membosankan.
Mari main-main sebentar.

